KONTRAKTOR

Tanggal 10 desember datang lagi. Masanya untuk memikirkan bagaimana kelangsungan kehidupan kami di asrama ini. Menjadi kontraktor memang tidak mudah. Harus senantiasa menemukan metode lobi dan negosiasi yang tepat untuk mendapatkan harga yang pas. Jangan sampai karena tidak adanya skill untuk bernegosiasi, dipermainkan oleh yang pemilik rumah sehingga menetapkan harga sewa rumah setinggi-tingginya. Bersyukur juga, karena pernah dapat materi teknik lobi dan negosiasi di beberapa pelatihan, sehingga ilmunya bisa diterapkan pada saat-saat seperti ini. Tapi memang tidak mudah jadi kontraktor. Kalau harga sewa atau kontrak rumah tak cocok, berarti harus cari rumah baru lagi. Harus bersosialisasi lagi. Hmmm jadi merenung juga. Alangkah repotnya. Syukur-syukur kalau rumah baru yang mau dikontrak lebih baik dan nyaman, kalau ternyata tidak? Pasti butuh energi besar untuk adaptasi dan bersosialisasi di lingkungan yang baru. Jadi ingat,.. beberapa waktu lalu seorang sahabat yang sudah berkeluarga dibuat pusing tujuh keliling karena musti cari rumah baru untuk ditinggali. Penyebabnya pemilik rumah yang sedang dikontraknya saat ini meminta harga yang selangit apabila memperpanjang kontrak rumah tersebut tahun ini. Ya… begitulah.. terpaksa hunting sana sini cari rumah baru untuk bisa ditinggali dengan harga yang terjangkau. Maklumlah keluarga baru…. Jadi mikir lagi. Kasihan juga..

Setelah saya analisa, ada beberapa tips untuk bisa menjadi kontraktor yang sukses:

  1. Pada saat awal mengontak rumah, pastikan rumah tersebut kokoh luar dalam Jangan sampai mengontrak rumah yang luarnya kelihatan bagus, padahal bangunan dalamnya keropos dan berlubang di sana sini.
  2. Lingkungannya juga harus diperhatikan.

· Kalau bisa, usahakan rumah tersebut dekat dengan Mesjid, sehingga memotivasi kita juga untuk lebih sering berkunjung ke rumah Allah, terutama pada saat tiba waktu-waktu shalat

· Tetangga sebelah juga harus ditinjau juga, alangkah bagusnya kalau dapat tetangga yang yang islami, dalam artian yang bisa membuat kita ingat pada Allah. Bagi kita kaum perempuan, usahakan (kalau bisa) cari rumah yang tetangga-tetangganya bukan orang-orang yang suka ngerumpi. Karena walaupun kita tidak suka ngerumpi, tapi kalau kondisi memungkinkan kita bisa terbawa ikut-ikutan ngerumpi juga.

· Jadikan tetangga sebagai lahan dakwah. Dekati mereka dengan cara yang lebih persuasif, secara bertahap dan perlahan-lahan.

3. Selain 2 faktor di atas, hal lain yang harus diperhatikan sekali adalah kecocokan harga. Setiap kita tentu mencari yang terjangkau oleh kantong dan anggaran, betul kan? Nah kalau ternyata setelah di survey lingkungannya kondusif, bangunan rumahnya juga kokoh, tapi ternyata harganya tinggi sangat, nah… disinilah bisa dimanfaatkan ilmu teknik lobi dan negosiasi tadi. Gunakan metode yang bisa meluluhkan hati sang empunya rumah. Sehingga bisa menurunkan harga sewa rumahnya. Yakinkan bahwa kita adalah kontraktor terbaik yang pernah ada di dunia, dengan menunjukkan data-data dan fakta yang ada (maksudnya apa ya…?:)). Yakinkan juga bahwa di tangan kita, rumahnya akan terawat dengan baik, akan semakin asri dan indah dengan berbagai macam bunga (lho..! 0,0)

    Kalau ternyata setelah usaha lobi yang cukup keras dan alot tak juga mencapai kata sepakat, ya… cari rumah lain. Toh tidak satu jalan ke Syurga…he…Tapi walau bagaimanapun, menjadi kontraktor ternyata butuh ilmu juga, minimal ilmu dan kepiawaian untuk melobi dan mengambil hati sang pemilik rumah.

    Setelah teknik lobi dan negosiasi kita tadi berhasil dan sukses dengan gemilang, jangan lupa untuk senantiasa menjaga hubungan baik dengan sang empunya rumah. Tepati janji-janji yang pernah terucapkan dulu, untuk merawat rumahnya dengan sebaik-baiknya, menanam bunga dan lain-lain. Agar sang pemilik rumah tidak kecewa. Begitu ya…

      Itu hanya beberapa dari banyak tips yang bisa diterapkan. Bagi yang sudah sangat berpengalaman menjadi kontraktor barangkali punya tips lain yang lebih jitu lagi.

      Alhamdulillah lobiku pada ibu pemilik rumah berhasil juga, walau memang sebelumnya cukup alot pembahasannya. Sekarang saatnya untuk berbenah. Menjelang satu tahun kedepan, ketika tenggat waktu habis kontrakan datang lagi.

      Mmmm… setelah dipikir-pikir, menjadi kontraktor menyenangkan juga.

      Tinggalkan Balasan

      Fill in your details below or click an icon to log in:

      WordPress.com Logo

      You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

      Twitter picture

      You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

      Facebook photo

      You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

      Connecting to %s

      Ikuti

      Get every new post delivered to your Inbox.