Karena bagiku, engkau adalah masa lalu,
karena ku tahu, engkau juga adalah manusia yang tak luput dari lemah dan khilaf, selayaknya diriku ini..
Dan dirimu sebagaimana dirimu adanya,
Dengan segala keteduhan itu
Dengan segala sifat lembutmu
Kadang dengan segala kekesalan dan tanya-tanyaku yang tak pernah kau jawab,,
Meski ku desak dengan keras bagai ombak menghantam karang
Namun engkau tetap saja sama
Dari dulu hingga sekarang, kusampaikan pesan pada gerimis senja ini..
Engkau tetap sahabatku..
Arsip untuk November, 2011
Engkau tetap sahabatku..
Posted in Sederhana on November 27, 2011 by maghdalena1Meniti Hari-Hari Baru
Posted in Jenak, Masa Depan on November 26, 2011 by maghdalena11 Muharram 1433. Tahun baru dengan berjuta harapan. Apakabarmu kawan? Ternyata hari ini Allah masih pertemukan kita. Dengan semangat yang lebih menggelora tentunya, walaupun dengan suasana yang masih saja sama. Ku doakan semoga engkau baik-baik saja, seperti diriku yang saat ini sedang meringkuk di sudut mesjid Jamiatul huda ini. bersama sahabat setiaku. Tempat meluapkan segala seliweran ide yang terus terusan bergelayut di kepala. Sembari membiarkan jari jemariku bermain lincah menuliskan tulisan-tulisan ringan ini. Menunggu dimulainya kajian dhuha. Walaupun ustadz yang akan berbagi ilmu sudah datang dari tadi, namun belum banyak yang datang. Ahh..biarlah, acara-acara seperti ini sepertinya memang selalu kekurangan peminat. Mungkin memang hanya orang-orang tertentu saja yang mencintai majelis ilmu..:)
Hanya ingin berbagi denganmu kawan, menyambut tahun baru ini. 1433 H. Bagiku khususnya, semua telah dipersiapkan..segala sesuatu telah matang. Seperti tahun yang sudah-sudah. Mimpi-mimpi di tahun depan, telah usai dirangkai. Peta demi peta kehidupan telah selesai di rancang. Peta 5 tahunan telah berhasil dirunut dan dirinci lagi menjadi mimpi-mimpi dan target-target di tahun baru 1433 H ini.
Banyak hal yang berbeda di tahun ini. ada gebrakan-gebrakan baru yang menantang. Banyak target-target baru yang harus tercapai. Target yang jauh berbeda dari tahun-tahun hijriyah sebelumnya. Banyak berubah. Untuk dunia, juga akhiratku..
Ku tatap hamparan peta di depan mataku. Indah sekali, bahkan lebih elok daripada peta Indonesia yang menghampar dengan kepulauan dari barat ke timur sepanjang garis khatulistiwa. Bagiku tentu.
Semuanya telah sedemikian matang. Ini skenarioku. Mimpi dan rencanaku untuk hidupku ke depan. Namun aku tetap yakin..skenarioku ini adalah aturan ku sebagai manusia. Skenario Allah jualah yang akan berlaku nantinya.
Sekilas, menapaktilasi 3 tahun ke belakang. Ku tatap lagi peta-peta usang yang telah mengisi hidupku sejak tiga tahun yang lalu. Telah menguning dan beberapa bagian diantaranya telah kabur tulisannya karena keseringan kubolak balik dan kubuka.
Tiga tahun ke belakang, penuh dengan kejutan-kejutan yang tak terduga. Banyak hal yang telah terjadi. Ada yang sesuai dengan skenario yang telah kurancang, lebih banyak lagi yang melenceng dari perencanaan awal hidupku. Banyak hal yang kurenungi dan menjadi bahan muhasabah tak putus-putus. Dari sekian banyak grand disain yang telah kurancang memang tidak semua yang tercapai. Kalaulah boleh dikalkulasikan dengan hitung-hitungan matematika, maka tidaklah sampai 75 persen dari perencanaan itu yang berhasil kutembus. Namun satu hal aku sadari, ku pelajari dan ku coba untuk mengambil sisi baiknya. Ternyata lebih banyak lagi hal-hal yang tidak kuminta dan tidak kurencanakan telah tercapai di tahun 1432 H. Banyak kejutan dari Allah, yang terkadang bahkan tak sampai logikaku untuk memikirkannya, dan tidak sampai akalku untuk mencapainya, namun ternyata telah berhasil ku gapai dengan izin Allah. Apa-apa sajakah itu? ahh..aku tak perlu menceritakannya padamu teman, karena ini sifatnya agak rahasia, hehe.. cukuplah untuk konsumsiku berdua dengan Allah saja.
Dan kini, yang semakin aku sadari dari hari ke hari adalah, bahwasanya kita boleh berencana, kita boleh bermimpi dengan sematang-matang perencanaan, dengan sesunguh-sungguh do’a, dengan segigih-gigih usaha, namun di balik semua itu tetaplah rencana Allah jua yang akan berlaku. Skenario IA jua yang akan terjadi. Karena Allahlah sutradara yang Maha Hebat yang pernah ada dan akan selalu begitu selamanya.
Kalau Allah berbaik hati beri aku kesempatan untuk menjalani tahun 1433, maka dengan bangga inilah peta dan proposal hidup yang akan aku persembahkan. Apapun hasilnya aku hanya ingin satu hal saja, berprasangka baik pada Allah selalu. insyaAllah.
Hmm..satu jam berlalu, sepertinya tidak ada tanda-tanda acara kajian dhuha akan dimulai. Bahkan beberapa orang telah merapatkan langkahnya ke pintu masjid untuk bersegera beranjak pergi. Yap. Tidak apa-apa. Akupun akan segera berlalu. Menuju medan jihad yang baru.
Sampai jumpa kawan, sampai bertemu di lain-lain masa dan usia. Semoga Allah senantiasa memudahkan dan memberikan kelancaran untuk setiap doa dan usaha kita di tahun baru ini.
Salam Jihad..Salam perjuangan.






