Arsip untuk Februari, 2012

Zakat Bukanlah Kedermawanan

Posted in DOMPET DHUAFA on Februari 16, 2012 by maghdalena1

Zakat bukanlah kedermawanan. Itu jelas dan nyata. Zakat adalah kewajiban. Mengeluarkan zakat bagi seorang muzakki (wajib zakat) adalah sesuatu yang mesti ditunaikan. Bukan karena baik hati, maka ia tertunaikan, bukan pula karena hanya ingin berbagi maka ia dikeluarkan. Tapi lebih karena kesadaran bahwa zakat itu adalah harta orang lain yang ditumpangkan Allah dalam harta kita.

Berbeda dengan infak atau sedekah yang kita keluarkan setelah kewajiban zakat tertunaikan. Infak dan sedekah motivasinya adalah kedermawanan, hukumnyapun tidak wajib. Tidak seperti zakat. Yang jelas-jelas wajib dikeluarkan apabila telah sampai nisabnya. Dan peran seorang amil zakat adalah memudahkan para muzakki untuk menunaikan kewajibannya. Bukan untuk menyusahkan, tapi untuk memudahkan. Sekali lagi, bukan untuk menyusahkan, tapi memudahkan.

Tak salah rasanya ketika membaca kembali kisah sahabat Rasulullah ra yang amat lembut hatinya, Abu bakar shiddiq. Betapa tegasnya beliau dalam menghimpun dana zakat dari para muzakki, bahkan beliau memerintahkan untuk memerangi mereka yang tidak mau membayar zakat.

Ahh..semakin jelas bagi kita. Ini bukan urusan main-main. Sejarah telah membuktikan, dan sekarang saatnya untuk mengetuk hati nurani kita masing-masing, terutama bagi yang sudah masuk kepada kategori wajib zakat.

Masalahnya sekarang, bagaimana cara tahu bahwa kita sudah masuk kategori wajib zakat atau belum ya? Naaahh..itu ada ilmunya. Dan perlu dipelajari lebih dalam lagi. Disanalah salah satu fungsi dan peran amil zakat untuk membantu para muzakki menghitung berapa harta yang wajib dizakatkan, selain terutama menyalurkan zakat pada yang berhak menerimanya.

Banyak lembaga Amil Zakat hari ini yang dengan senang hati bersedia memfasilitasi para Muzakki untuk menghitung berapa kewajiban zakat yang harus dikeluarkannya dan menyalurkannya pada yang berhak menerimanya. Di Sumatera Barat salah satunya adalah Dompet Dhuafa Singgalang. Siap dipanggil untuk menghitung harta para Muzakki apakah sudah sampai senisab atau belum dan kemudian lembaga ini akan menyalurkannya melalui program-program yang berdaya dan tepat guna, jadi tidak sekedar pemberian dana segar untuk kaum dhuafa dengan tujuan konsumtif seperti biaya berobat, biaya sekolah dan lain-lain, (meskipun untuk alokasi program ini tetap ada, dalam presentase yang kecil), namun lebih lagi untuk memberantas kemiskinan dan menaikkan derajat kehidupan para dhuafa melalui program-programnya.

Jadi bagaimana dong, kalau selama ini kita belum tahu dan tidak sadar bahwa harta kita ternyata sudah termasuk kategori wajib zakat dan sudah sampai nisabnya? Jangan khawatir, nanti tim amil zakat akan siap membantu dengan senang hati. Kontak saja..:)

Jangan ragu untuk berzakat ya, mengeluarkan hak orang lain yang terselip dalam harta kita, karena zakat adalah kewajiban, bukan sekedar kedermawanan.

Selamat Berzakat.., kami siap dipanggil dan menjemput.. ^_^

Layanan konsultasi Zakat dan Jemput Zakat Dompet Dhuafa Singgalang Graha Kemandirian Jl. Juanda no 31 C Pasar pagi padang Phone: 0751-40098 atau 085374 252 777

Buku PertamaKu (Sebuah Mimpi Yang terwujud )…part 1

Posted in Jenak, Masa Depan, Mimpi on Februari 9, 2012 by maghdalena1

Alhamdulillah..akhirnya, satu mimpiku terwujud. Memiliki buku yang didalamnya terdapat karyaku sendiri. Yup. Sapporo. Antologi cerpen 14 anak negeri yang saling mengenal hanya lewat jejajring media maya. Kami saling kenal hanya lewat facebook. Dan kecintaan kami pada dunia menulis menyatu dan gayungpun bersambut. Tercetus ide dari ketua proyek kami MR. Agus kindi akhirnya buku ini terbit juga. Bangga? Bangga dong..hehe. apalagi, aku se buku dengan para penulis yang sudah profesional, sementara aku masihlah anak bawang dalam dunia kepenulisan. Masih harus banyak belajar.

Oke, Sapporo hanyalah pembuka pintu, untuk pintu-pintu maha karya berikutnya. Jadi semakin semangat.

Di dalam buku ini terdapat dua buah cerpenku yang berjudul “ Belati” dan “Menjemput Hidayah Di Mentawai”.  Cerpenku yang berjudul “Belati” lebih banyak bercerita tentang kisah hidupku masa kecil sebenarnya, yang ku edit-edit sedikit sebagai pemanis, jadi bagi yang sudah mengenalku, mungkin akan manggut-manggut membacanya. Sedangkan “Menjemput Hidayah di Mentawai” adalah cerpen yang kutuangkan terinspirasi dari seorang sahabat yang sedang berjuang di pelosok Mentawai.

Hmm..Alhamdulillah, sekali lagi.. berkali-kali. Aku yakin, kalau ada kemauan insyaAllah ada jalan. Apalagi, 13 orang temanku yang lain adalah orang yang tak pernah berhenti menulis dan selalu saling menyemangati untuk terus berkarya.

Jika berminat, silakan pesan. Jangan segan..^_^

“Bagiku menulis adalah cinta, dan cinta takkan pernah kehabisan kata-kata”

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.