Arsip Penulis

Aku Prihatin, Itu Saja

Posted in Jenak, Masa Depan on Mei 24, 2012 by maghdalena1

Sebelum membaca tulisan ini, aku hanya ingin menyampaikan satu hal, kawan. Apa-apa yang akan aku tuliskan ini murni hanya sebuah spontanitas saja, perasaan dan keresahan hati yang tiba-tiba meloncat-loncat dalam alam pikiranku. Sehingga tak lega rasanya kalau tak kutuliskan. Semoga tidak ada yang tersinggung. Sungguh bukan itu maksudku,

Aku prihatin, itu saja.

Seperti biasa, angkot pink yang selalu kunaiki menuju kantor setiap pagi sejak 5 bulan terakhir ini akan berhenti di lampu merah. Perempatan jalan Sudirman di depan Bank Mandiri lama yang saat ini sudah dipercantik makin megah. Hmm.. makin lama, kota Padang yang diprediksi para ahli gempa mempunyai peluang besar dilumat tsunami ini semakin gagah saja. Aku heran..

Lebih dari lima menit angkot ini berhenti. Lama juga, jam di hape ku sudah menunjukkan 07.46. tak banyak waktu lagi. Hanya 14 menit tersisa bagiku agar tidak telat,  untuk segera sampai di kantorku di jalan Juanda.

Sekilas mataku kulayangkan berkeliling, mobil dan motor yang saling berdesakan, sudah seperti kota Jakarta. Ramai dan bising, dan parahnya lagi, titik-titik kemacetan seperti ini tidak hanya disini saja, tapi sudah menjamur di seantero kota Padang.

Tiba-tiba terpaut pandangku pada sebuah TV besar yang terpampang megah melintang membelah jalan dari depan Bank Mandiri ke SMA 1 lama. Sebuah media iklan yang semakin menunjukkan kecantikan dan keelokan kota, seperti kota metropolitan saja. Dengan hiasan tanduk kerbau di atasnya sebagi ciri khas Minangkabau.  Dan sebuah logo pemerintah kota Padang bertengger di sana.

Namun aku terpaku seketika. Apa yang salah kiranya? TV besar itu memutarkan iklan yang sangat mengelitik sanubariku. Iklan rokok saudara-saudara. Apakah aku terlalu berlebihan jika menganggap itu tidak pantas. Entahlah, terserah bagaimana pendapatmu kawan. Tapi hal ini sungguh membuatku resah.

Apa maksudnya iklan rokok di pusat keramaian seperti itu? setahuku media iklan itu adalah milik pemerintah kota (maafkanlah jikalau aku salah). Dan pemerintah tentu punya kuasa untuk mengontrol dan membatasi iklan apa saja yang  akan ditayangkan.

Tidakkah iklan rokok disana seolah menjadi pembenaran bagi masyarakat untuk  merokok dan membudayakannya? Ahh.. aku sungguh tidak suka dengan rokok. Dari dulu, bahkan hingga kini. Menurutku, memutarkan iklan rokok disana jelas bukanlah sebuah edukasi yang mencedaskan masyarakat. Tapi justru menjerumuskan. Bukankah salah satu peran pemerintah adalah pencerdasan masyarakatnya? Kenapa malah seolah melegalkan dan bahkan menganjurkan masyarakat untuk beramai-ramai mengkonsumsi rokok? (sekali lagi maafkan jika aku salah, tapi bagiku, sungguh itu bukan keputusan yang bijak).

Lalu apa guna pendidikan berkarakter yang hari ini digaung-gaungkan oleh pemerintah. Bahkan hingga menetapkan  kurikulum baru pendidikan dengan “pendidikan berkarakter”. Bukankah dua hal ini menjadi bertentangan dan berseberangan?

Sempat kudiskusikan hal ini dengan sesama penumpang angkot yang duduk di sebelahku, seorang gadis muda, seusiaku kira-kira.

itu sumber pemasukan pemerintah mah, ka baa jo lai?”.

Demikiankah kiranya? Apakah hanya karena iklan rokok akan memberikan pemasukan yang besar bagi pemerintah, kemudian mengiklankannya bahkan seolah-olah mendukungnya dengan sukarela. Tidak bisakah pemerintah mencari pemasukan lain dari hal-hal yang lebih mendidik dan bermanfaat? Atau dengan mengiklankan keelokan alam yang akan dikunjungi oleh para wisatawan sehingga menambah income dan devisa, misalnya?

Dak usah diacuahkan bana, banyak nan lain nan kadipikiaan mah”, ujarnya lagi, dengan santai.

“Ahh.. bagimu mungkin memang demikian”, seruku dalam hati. Namun aku prihatin dengan kondisi ini dan dampak jangka panjang yang akan dihasilkannya bagi para generasi muda. Memang tidak hari ini, namun hingga nanti, para generasi akan semakin terbiasa dengan rokok, bahkan tidak sedikit kulihat anak-anak usia SMP kelas 1 yang satu angkot denganku mengepulkan-ngepulkan rokoknya dengan bangga.

Generasi seperti inikah pemimpin bangsa kita nanti?

Kawan, maafkan aku karena menuliskan ini. jika ada diantara kawan-kawanku yang suka rokok dan tidak sepakat denganku, sungguh tidak masalah.

Aku prihatin, itu saja.

 

240512

Disudut meja kerja, dalam 10 menit yang gegas.

Makna Cinta

Posted in Sederhana on Mei 24, 2012 by maghdalena1

Cinta menurutku tak berwarna
Ia menjadi jingga sebagaimana kau memaknainya
Ia pun menjadi kuning,biru,dan merah sebagaimana kau menginginkannya

Cinta bagiku tak ubahnya kumpulan Narasi
Tentang kejujuran dan keberanian
Tentang kemarahan dan kasih sayang

Cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan
Sebab ia menenggelamkan kita
Pada angan-angan dan mimpi yang abadi


Dan cintaku padamu adalah syurga
Yang tidak bisa kumasuki
Jika tanpamu

Ditelantarkan sang ibu. Marfel 3 bulan butuh orangtua asuh.

Posted in DOMPET DHUAFA on Mei 22, 2012 by maghdalena1

(Padang, 16/2) Marfel Ananta, bayi berumur 3 bulan, dibantu biaya persalinannya oleh Dompet Dhuafa Singgalang 3 bulan yang lalu. Kegembiraan menyeruak di wajah pasangan Mohammad Noderman (Noderman) dan Mawar Hia. Pasangan ini baru mengucapkan dua kalimat syahadat dan secara resmi masuk islam pada tanggal 31 desember 2010 lalu.
Pagi ini, sang bapak datang lagi ke Graha kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang, dengan kisah yang berbeda. Raut wajahnya tidak sesumringah 3 bulan lalu. kabut menggantung di wajahnya yang perawakan cina.
“kasihan anak saya ini buk”, demikian keluhnya. Sejak selasa lalu sang ibu pergi tanpa ada kabar beritanya. “Sudah 3 hari ini marfel tidak minum ASI. Saya juga tidak punya dana untuk membeli susu untuk anak saya”. Wajah Noderman semakin tertunduk kalut.
“Istri saya pergi tanpa pesan, saya tidak tahu alasannya, padahal tidak ada konflik apapun diantara kami sebelumnya”. Pria yang sebelum kejadian ini berprofesi sebagai tukang cukur itu makin muram sembari mengeratkan pelukannya pada marfel, sang buah hati yang terlelap dipangkuannya.
Pria kelahiran Lombuzaua, Lotu, Nias Utara 25 tahun lalu ini bertutur. “Saya sedang mencari orang yang mau berbaik hati untuk merawat anak saya ini, atau kalau tidak ada, maka akan saya masukkan ke panti asuhan saja.”
Tidak ada pilihan lain, kondisi perekonomian yang amat susah mengharuskan Noderman mengambil keputusan sulit ini.
Beberapa hari sebelum istrinya meninggalkan rumah, sang istri sempat mengusulkan untuk mengganti profesi sang suami dan mengajaknya membuka usaha yang baru, beralih dari tukang cukur menjadi penjual makanan.

Noderman sepakat dan akhirnya mereka menjual perlengkapan mencukurnya dan menyerahkan semua uang hasil penjualan alat-alat cukurnya pada sang istri. Dan pada hari kejadian, sang istri membawa semua uang hasil penjualan alat-alat cukur dan uang untuk membayar kontrakan rumah mereka. Tidak ada yang tersisa. Meninggalkan sosok anak tanpa dosa itu bersama bapaknya.
“saya terpaksa mengambil keputusan ini, bukan berarti saya tidak sayang pada anak saya, namun kalau saya tetap merawatnya, saya takut tidak akan optimal memberikannya kasih sayang, karena saya harus bekerja sebagai tukang cukur. Saya tidak punya keluarga di kota padang ini yang bisa saya titipi dan minta bantuan untuk merawat marfel.”Mata Noderman berkaca-kaca.
Marfel masih sangat muda. Masa depan cerah terbentang di depannya. Siapakah kelak yang akan berbaik hati untuk merawatnya dan memberikan jaminan masa depan bagi anak malang ini? mari peduli dan berbagi.

Jika ada di antara kita, atau saudara-saudara kita yang terketuk hatinya untuk merawat dan menjadi orangtua asuh marfel, silakan datang ke Graha Kemandirian Dompet dhuafa Singgalang, Jl. Juanda no 31 c pasar pagi padang, telpon 0751-40098 atau 085374252777.
Kepedulian kita akan berkontribusi menyelamatkan masa depan marfel.

Menunggumu Nak..^_^

Posted in Masa Depan on Mei 22, 2012 by maghdalena1

menunggumu nak…^_^

Kontribusi Tiada Henti

Posted in Dakwah, Masa Depan, Nasehat diri on Mei 21, 2012 by maghdalena1

Sumber gambar: google

(Kisah Mujahidah ed. 4)

Aku akan bercerita  lagi tentang seorang mujahidah yang memberikan inspirasi yang begitu besar bagiku di daerah terisolir di mentawai. Dulupun aku pernah bercerita tentang sosok mujahidah pedalaman. Namun yang akan ku ceritakan kali ini adalah sosok yang berbeda namun dengan perjuangan yang kurang lebih sama, sama semangatnya, sama keteguhan hatinya, dan sama luar biasanya.

Dia memilih menjadi seorang istri seorang pejuang pedalaman dan berjuang untuk Allah disana. Aku salut dengannya. ini adalah ummahat ketiga yang ku kenal tanpa lelah berjuang sekuat tenaga untuk menegakkan kalimat Allah di kabupaten paling barat provinsi ini. Mentawai.

Bukan sebuah kesengajaan kalau aku satu kapal dengannya pada tanggal 24 April lalu ketika hendak melakukan monitoring dan evaluasi program ekonomi dari lembaga tempat aku beraktifitas saat ini.

Takjub aku bertemu dengannya. 12 jam perjalanan kami terombang ambing di kapal ambu-ambu yang membawa kami berlayar ke pulau itu lebih banyak ku manfaatkan untuk mereguk sedemikian banyak hikmah dari kisah hidupnya yang benar-benar menginspirasi.

Begitu banyak ceritanya mengalir padaku, tentang perjuangannya untuk mengokohkan hati dan menerima pinangan calon suaminya kala itu dengan konsekuensi dan komitmen untuk bersedia diboyong ke Mentawai dan berjuang disana.

Menggelegak rasanya jiwaku membara mendengar ceritanya. Lagi dan lagi aku terbakar. Ia bercerita dengan datar, namun aku merasakan luapan semangat dan ghiroh yang begitu dalam disana. Berjuang karena Allah dan menjatuhkan pilihan juga karena Allah. Salut. Dan pastinya aku sadar beliau adalah sosok pilihan Allah. Karena tidak semua orang mau berjuang disana. Tidak semua orang. Hanya orang-orang tertentu. Dan beliaulah salah satunya.

Baca selebihnya »

Senyum Toni

Posted in DOMPET DHUAFA, Sederhana on Mei 21, 2012 by maghdalena1

Ia tersenyum pagi ini. Setelah beberapa hari terakhir kulihat awan mendung tersaput di wajahnya. Pagi ini ia mulai dengan sebuah keceriaan. Aku senang. Tepatnya kami, kami semua. Tim Dompet Dhuafa Singgalang pastinya. Toni (bukan nama samaran..hehe), adik kami tersayang di kantor ini, yang kehadirannya selalu dinanti, yang cemilannya selalu dirindui (jangan GR ya ton), akhirnya tersenyum jua. Aku pribadi sempat berpikir akhir-akhir ini ada apa gerangan yang terjadi padanya. Tidak hanya aku, tapi juga teman-teman kantor yang lain. Kami jadi berspekulasi jadinya. Jangan-jangan Toni lagi ada masalah, sedang mengalami kesulitan. Bahkan sempat-sempatnya aku dan seorang amil yang lain membahas ini cukup dalam, mencarikan solusi untuk memberikan dan mengembalikan keceriaan di wajahnya. Pasalnya, kalau toni cemberut, suasana gak rameeee…hehehe…

 

Nahh…pagi ini, aku melihat semburat senyuman di wajahnya, ketika aku baru menginjakkan kaki kantor tacinto ini. Aku shock juga…haha lebayy..maksudnya senang sekaliii.. usut punya usut, ternyata yang membawa kecerahan di wajah Toni adalah karena karpet di lantai satu pagi ini aman dari tikus.

Oalaaahhh..ternyata oh ternyata. Pantas saja, beberapa hari terakhir ini Toni seringkali kutemukan bersungut-sungut setiap kali membersihkan lantai satu kantor ini. Alhamdulillah… berarti kantor ini sudah aman dari musuh besarnya Tom dalam Film kartun Tom and jerry.. haha..

Aku jadi melakukan analisa sederhana. terlepas dari hal-hal apa saja dibalik mendungnya wajah Toni, tapi aku jadi berpikir, ternyata hal-hal kecil dan sederhana itu yang bisa membuat Toni bahagia. Dan semburat wajah Toni yang lebih cerah itu juga yang mempu membuat kami di kantor jadi cerah juga.

Hmm.. Kebahagiaan memang tidak melulu disebabkan oleh hal-hal besar saja. tapi bermula dari hal-hal sederhana seperti ini.

Semoga keceriaan itu akan berlanjut hingga esok hari dan seterusnya. Sehingga setidaknya kantor ini akan terus bercahaya..

Di Sela Waktu Sisa Kita

Posted in Jenak, Masa Depan, Sederhana on Mei 21, 2012 by maghdalena1

Di sela waktu sisa kita

Membicarakan masa depan

Merancang dan bekerja..

Saling meneguhkan,

menguatkan,

menasehati dengan santun,

dan berbagi senyum,

 

Setiap hari adalah momen-momen penuh kesyukuran

Atas segala karunia

dan tetes airmata perjuangan dan pembelajaran

Saling mencintai dengan penuh ketulusan

 

Di jenak-jenak yang kadang menyisakan lelah,

adakah yang lebih indah?

Selain kebersamaan kita yang sementara

sembari khusyuk bermunajat memuji asmaNya

 

Di sela waktu sisa kita

Semoga akan selalu ada cinta hingga sisa usia

bahkan hingga pertemuan selanjutnya di jannahNya

 

Tears

Posted in My English Site on Mei 17, 2012 by maghdalena1

I start loving you slowly..and I realize that I made it. But how could I tell you what I feel in my heart? So manythings here cant be explained. Four months are not enough to have all your love. Sometimes I think youre here with me, but I know actually you’re so far away. How could I stop my tears. If I know there’s still the memories in your mind. About your past, and everything that you have ever felt. I’m so sorry for this..but please understand me so much. Please keep away my heart, just like you put the diamond in a very private place. So really like that. Never ever make it hurt again. I was really hard to cry again, but I always make it. So much tears..

Belati

Posted in Jenak, Sederhana on April 20, 2012 by maghdalena1

Belati itu begitu tajam. Telah kusiapkan sedemikian rupa untuknya. Sosok yang selalu mengisi hari-hariku selama sepuluh  tahun ini.

Baca selebihnya »

Sudah saatnya, menulis lagi

Posted in Jenak on April 6, 2012 by maghdalena1

Jantungku berdebar-debar kencang.

Lama sudah penantian ini.. lama sudah aku berlalu jauh. Aku harus memulainya lagi

Jari jemari ini tak sabar untuk kembali berdansa

Aku merindukan dunia itu, dunia dimana setiap huruf dan kata menari lincah.. yang dulu hampir tiap saat  ku geluti. Aku rindu dengan dunia yang penuh dengan warna itu. aku kan kembali,,,

Dan jantungku kembali berdebar kencang..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.