Peluk mereka, ibu..

ibu..mari peluk anak2 kita..

peluk dengan rangkulan tererat dan terhangat,,jangan biarkan mereka lepas dari kita meskipun sedetik saja..

terlalu banyak pemangsa di luar sana.jangan sampai anak2 kita menjadi korban berikutnya..

bukankah, bukankah yang selalu kita damba..

mereka kan menjadi manusia sholeh, bekal kita menuju surga..

bukankah selalu penuh dalam harap kita, mereka kan jadi generasi pilihan penerus risalah kebaikan..

maka ibu, peluklah mereka, peluk dengan erat,,

pandang matanya saat berbicara,, dengarkan segala keluh kesah hatinya..

bahkan, turutlah menangis bersamanya saat ia bercerita ttg sedih dan resah hatinya..

turutlah tertawa mendengar kisah2 lucu dari bibir mungil mereka..

agar dalam hatinya terpatri, ketika ia duka, ada kita tempat bercerita.. agar tertanam dalam hatinya, kita, ibunya adalah tempat pertama untuk berbagi cerita bahagia..

bukan orang lain..bukan orang lain di luar sana..

maka ibu,, mulai sekarang,, saat ini juga,, peluklah mereka dengan erat, jangan lepas selama-lamanya

sebelum semuanya terlambat, sebelum mereka menemukan tempat nyaman di luar sana, yang bisa jadi akan membawa mereka ke jurang neraka..

peluk mereka ibu, mulai sekarang, saat ini juga..

Iklan

Dikau Kembara, rasaku mengembara..

Sudah 3 hari ditinggal pergi. Seharusnya ini biasa saja.. hanya saja aku tak terbiasa, berpisah jauh terlalu lama. 

Tiba2 hati merindu, pertanda harus bertemu. Entah kenapa jadi melow, setidaknya ingin menyapa hellow..😢. Baru teringat, jangan2 HP beliau habis baterai, atau medan disana yang penuh tebing dan jurang menjuntai, sehingga untuk mendengar suara bass beliau saja, aku tak kuasa.

Kemudian pikirku merenung..bagaimanalah mereka yang menjalani LDM, Long Distance Marriage.. apakah kira2 yang mereka rasa. Atau jangan2 mereka telah terbiasa, sehingga berpisah seminggu, sebulan, setahun bukan lagi hal yang aneh dan janggal. 

ahh.. aku tak tau, dan selalu berdoa, semoga pernikahan kita tidak seperti itu, sayang..

baru 3 hari saja, anak2 sudah bertanya.. abi kapan pulang, nda? nanti kalau abi pulang, mau baca cerita belalang sama abi, mau ajak abi jalan2 ke pantai..

Lalu kalau mereka berpisah berbulan2 dari abinya, tidakkah rindu itu menumpuk terlalu banyak? tidakkah ruang kosong dalam hatinya melompong terlalu purna? ruang yang sedianya berlimpah ruah cinta dari sosok ayah, kosong dan hampa berbalut rindu..

Ya Rabbi.. jauhkan kami dari keadaan itu.. cukuplah sebentar2 seperti ini saja kami berjauhan..untuk berkumpul kembali seperti biasa, bercanda, bercerita, berbagi kasih sayang..

Dan hari ini, beliau akan pulang,, aku menunggu deg2an penuh girang😍😍😚

5 Tahun yang lalu..

5 Tahun lalu, di rumah ini beliau datang mengkhitbah.. bersama dengan ustadz beliau, seorang mamak dan seorang teman. rumah di puncak bukit. terpencil, hanya ada lebih kurang 10 KK disana..bernama Batuajung

15 desember 2011. Itu hari yang mendebarkan..sama mendebarkannya seperti kala taaruf.

hari itu, tak satu jarum pentul pun ketemu, jilbab yang warna senada dengan gamispun entah dimana. dan kejutannya, veronika, adik sekaligus sahabat yang membantu semua proses pernikahan ini.. juga dikhitbah pada hari yang sama di Padang panjang sana. akhirnya berbagi ceritalah kami di telpon..”Ka.. jarum pentul uni dak sobok”, “ka iyo lo ni” 😂😂😂.. begitulah kira-kira. hehe..

Apakah saya keluar menemui beliau pada saat proses khitbah itu? tentu saja tidak, saya menempelkan telinga di balik pintu dapur. sembari sekali-sekali mengintip di balik kain pintu berwarna merah bata. 

Beliau, mengenakan baju muslim warna coklat muda.. sederhanaa sekali, baju yang sama beliau pakai ketika taaruf dan screaning di KUA pekan depannya. sampai saya berpikir mungkin hanya itu baju berharga yang beliau miliki. dan setelah kami menikah, ternyata saya salah. ada 1 baju muslim lain yang beliau punya, meskipun bentuknya tak sebagus yg selalu beliau pakai itu 😀

Hari itu indah sekali.. momen itu memupus segala keraguan, tentang “dia” yang akan menjadi imam. mulai hari itu saya bersiap lebih mantap. mengisi waktu-waktu tersisa dengan doa lebih lama..

Dan benarlah, pilihan Allah tak pernah salah, beliau yang saya percayakan untuk menjadi imam, ternyata tak hanya menjadi imam, beliau menjadi sahabat, guru dan terutama, yang paling saya butuhkan, adalah: pendengar yang baik. Beliau adalah pendengar paling sabar yang pernah saya temui. 

kehadirannya, dan 2 buah hati bersamanya adalah perjuangan panjang, yang pada setiap jenaknya tercium aroma surga..

Dulu kami berempat, sekarang sudah berenam. semoga di surga nanti Allah himpunkan lagi, dalam sebuah keluarga cinta..

semoga.. 

Menjelang tidur..


Malam..menjelang tidur.. adalah saat terbaik bagi bunda untuk memeluk kalian dengan doa. 

Memohon kepada Sang Pemilik Jiwa untuk kebaikan dan kesholehan kalian..

Sungguh betapa lemahnya bunda dalam mendidik kalian, amanahNya

Menjelang tidur, adalah momen yang syahdu bagi bunda untuk menatap wajah polos kalian yang lelap dalam rintih tangis penuh harap, penuh ampun, penuh sesal..

penuh harap,.. agar Allah senantiasa menjaga kalian. karena penjagaan bunda sungguh tak pernah sempurna. agar hati2 kalian tak pernah berpaling dariNya

penuh ampun,.. atas ketidak optimalan bunda dalam mendidik kalian, mungkin hari ini bunda sempat terlupa bercerita pada kalian tentang betapa Maha nya Allah, Maha segala2.. mungkin bunda sempat terlupa untuk menanamkan itu di hati kalian hari ini..Ya Rabbana..ampunilah hamba..

penuh sesal,.. atas kurangnya bunda memeluk kalian hari ini, atas tak fokusnya bunda mendengar cerita aisyah tentang prestasi barunya menutup jendela tadi sore yang susah payah mengangkat kursi agar jendela tertutup sempurna, tentang tak perhatiannya bunda ketika umar begitu antusias menarik2 baju bunda sembari menunjuk2 seekor cicak di dinding dan berseru ca..ca..ca..! dan bunda abai saja..

betapa waktu2 berharga seperti itu sering bunda terlupa..

maafkanlah bunda, nak.. yang sungguh tak sempurna.. 

Menjelang tidur, bunda lantunkan doa2 terbaik untuk kalian,.. jika Allah izinkan, insyaAllah esok, segala sesuatu harus lebih baik untuk kita..

Doa vs Realita

Buka medsos tadi pagi (fesbuk), tampak postingan seorang teman. Ucapan doa untuk anak perempuannya yang berulang tahun ke 3 tahun. Doanya bagus sekali : 

Selamat ulang tahun yang ketiga, anak cantik mama, semoga Ka*la menjadi anak shalehah, yang selalu beriman kepada Allah dan menjadi penghapal Alquran

yang aneh, foto sang anak yang diupload sedang mengenakan tank top mini, tampak pusar, mengenakan rok kulit pendek setinggi pangkal paha, serta high heels yang tingginya masyaAllah. make up di wajahnya mengingatkan saya pada almh suzana pemeran film2 hantu tempoe doeloe.

Dalam hati saya membatin sendiri. doa sang mama begitu bagusnya, tp realitanya sang anak tidak disetting untuk menjadi seseorang selayak doa terucap. Lalu apakah ada jaminan si anak akan menjadi sholehah seperti doa yang terucap? Ataukah akan menjadi wanita seperti gambaran penampilannya?

Wallahua’lam

semua rahasia Allah. semua kuasaNya. Doa seorang ibu alangkah sangat mustajabnya untuk terkabul. Tapi tentu harus ada syarat2 terkabulnya doa yang mesti mengiringinya. Membekali ilmu menjadi orangtua, ilmu agama menjadi hal wajib bagi kita.belajar tanpa henti. Agar saat kita mendidik mereka, anak-anak kita. Tak terbolak balik dalam melantunkan doa dan ikhtiyar untuk mencapainya.

Bunda mencintai kalian, selalu untuk selamanya

selasa, 21 Maret 2017

Nak..Saat ini..tengah berlangsung pelatihan Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah. kerjasama BBPOM dan Salimah Sumbar..

seharusnya bunda juga berada di sana. bersama-sama dengan peserta lainnya.

bunda sudah mendaftar jauh-jauh hari. mengapa? karena alangkah menyenangkannya aktifitas itu.. bergelut dengan dunia pendidikan, memberikan penyuluhan kepada guru2 dan murid2 di sekolah. betapa indahnya dunia itu.aktifitas yang dari dulu selalu bunda idam2kan. aktifitas yang menuntut bunda untuk selalu tampil necis, berangkat ke sekolah dengan gembira..memberikan penyuluhan.. mencerdaskan, mengayomi, merancang..

ahh.. bunda senang sekali aktifitas itu. hal yang sangat menyenangkan. dan sudah terbayang di angan bunda, betapa serunya.. 😍

tapi nak.. 4 hari lalu bunda mengundurkan diri dengan yakin. mengesampingkan  kesempatan keren itu.dan menjauhkannya dari angan..

adalah satu yang membuat bunda bertekad bulat untuk mundur, adalah.. ..kalian nak.. ya.. kalian..

apalah arti bunda eksis di luar sementara kalian di rumah nanti entah akan bagaimana. 

ketika awal mendaftar dulu bunda sempat berpikir, kan kerjanya ga tiap hari..kan hanya sesekali bunda ke sekolah, kan hanya bbrp jam kalian bunda tinggalkan di rumah..

tapi kemudian.. menderas airmata bunda menatap wajah2 polos dan bening kalian.. 

bukan itu tujuan utama hidup bunda nak.. bukan itu yang paling bunda harapkan dalam hidup nak.. bukan karir, bukan nama, bukan jabatan, bukan uang.. 

berpikir meninggalkan kalian hanya beberapa jam saja dengan orang lain sudah membuat badan bunda menggigil nak..

bukan hanya karena bunda khawatir akan keselamatan kalian, bukan juga hanya karena khawatir terlalaikan makan kalian.. tak pula hanya karena bunda takut kalian sakit..

tapi.. jika bunda pergi, bunda takkan punya banyak waktu lagi untuk bercerita dengan kalian, menasihati kalian dengan hikmah, memeluk kalian ketika kalian menangis, bercerita tentang Allah, rasulNya dan keajaiban ciptaanNya. kalian hanya akan mendapatkan sisa waktu bunda..

dan bunda tidak ingin, tidak rela,,

biarlah bunda selalu di hati kalian, nak.. 

selalu ada saat kalian butuh tempat untuk menangis, bersandar, merajuk, bermanja,, bergelut..😂😂

biarlah selalu cinta kalian untuk bunda.. biarlah hati kalian hanya untuk bunda, sehingga ketika kalian terlalai karena khilaf, takkan susah bunda untuk menyentuh hati kalian kembali ke jalan Allah.. agar ketika bunda butuh kalian, suatu hari nanti, bersegera kalian berebutan memeluk bunda.. agar kelak, kita akan terus bersama, berkeluarga, menjadi ibu dan anak hingga surga..dan agar di akhirat, di hari segala2nya dihisab, kalian akan menjadi saksi, bunda layaknya memasuki jannahNya..agar kelak kalian akan menjadi kunci bunda untuk memasuki surga Allah

bunda akan sabar menunggu hingga kalian besar, hingga kalian kokoh berpijak.. diatas jalan Allah..dan saat itulah mungkin, kelak bunda akan kembali terbang, kemanapun menjelajahi dunia yang bunda mau

bunda mencintai kalian nak,, selalu untuk selamanya
menunggu zuhur, Padang, 12.28 wib